Beranda Mobil Chevrolet Colorado ZH2 Didesain Khusus untuk Perang

Chevrolet Colorado ZH2 Didesain Khusus untuk Perang

793

otobandung.comChevrolet Colorado ZH2, mobil pick up extreme off roader untuk Angkatan Darat Amerika Serikat. Mobil ini memang sengaja didesain khusus untuk medan perang untuk angkatan darat Amerika Serikat yang ingin mengetahui kinerja mesin berbahan bakar sel hidrogen.

chevrolet-colorado-zh2Teknologi yang tersemat pada mobil ini atas kerjasama dengan pihak General Motors (GM), dan diberi nama Chevrolet Colorado. Sedangkan nama ZH2 disematkan karena memiliki cerobong pembakaran mesin internal dengan melepas sel bahan bakar.

GM bekerjasama dengan peneliti Tank Automotive Angkatan Darat, pusat pengembangan dan rekayasa untuk mengembangkan ZH2 dalam waktu kurang dari satu tahun. Menggunakan platform Colorado, mesin  terlihat siap tempur dengan suspensi yang ditinggikan dan ban 37 inchi, memudahkan melintas di segala medan.

Yang paling penting, untuk penggunaan militer bisa menggunakan exportable power take-off. Tentara bisa menggunakan di gurun dan melepaskan daya fuel cell untuk suply eletrik mesin.

GM melakukan kalibrasi di Milford Proving Grounds sampai awal 2017. Setelah pengujian, pickup midsize ini akan diserahkan ke Angkatan Darat untuk pengujian lapangan.

“Tahun depan, kami berharap untuk belajar dari pihak Angkatan Darat, tentang batas sistem propulsion cel, agar dapat digunakan ketika diuji,” kata Charlie Freese, Direktur Eksekutif GM Global Fuel Cell Activities.

Pihak Angkatan Darat ingin mengevaluasi keuntungan dari penggunaan mobil berbahan bakar fuel cell electric vehicle (FCEV) dalam pertempuran. Secara khusus, powertrains tidak membuat mesin bising seperti pembakaran internal, sehingga terlihat lebih sempurna.

Dengan menghasilkan sedikit panas, membuat FCEV lebih tersembunyi di medan perang saat pantauan radar. Motor listrik ini mumpuni di medan berbatu, karena memiliki pasokan torsi yang tinggi. Finally, kendaraan ini bisa mempertahankan emisi uap air, dan tentara menggunakan pasokan air di lapangan.

GM juga bekerjasama dengan pihak Angkatan Laut, untuk pembuatan fuel cell powered underwater drone (sel bahan bakar bertenaga drone). Tujuan akhirnya, kendaraan bisa bertahan 60 hari tanpa harus mengisi ulang bahan bakar. Saat ini masih dilakukan uji coba di kolam renang, dan pada akhirnya akan dicoba di lautan. (BX/OB)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here