Beranda Sport Mengejar 9 Poin Setiap Balapan

Mengejar 9 Poin Setiap Balapan

215

otobandung.com – Dengan selisih 43 poin antara pimpinan klasemen pembalap MotoGP saat ini Marc Marquez (Repsol Honda) dan bintang Movistar Yamaha Valentino Rossi peluang untuk membalik keadaan dalam lima seri terakhir sangat kecil, meski tetap terbuka. Secara matematika, 43 poin dibagi lima hasilnya 8,6 poin. Jumlah itulah yang harus dikepras Rossi setiap serinya jika ingin merebut gelar juara dunia ke-10 musim ini.

Dengan perhitungan tersebut Rossi harus memenangi setiap balapan sedangkan Marquez finis di podium ketiga. Karena selisih poin antara podium pertama dan ketiga adalah sembilan poin. Jelang GP Aragon ini Marquez-lah yang jusru diuntungkan. Sirkuit sepanjang lima kilometer itu lebih pas dengan karakter motor Honda. Sementara rider 23 tahun tersebut percaya Aragon pas dengan gaya membalapnya.

Namun Rossi juga sedang “di atas awan” saat dihadapkan dengan Marquez. Dalam empat balapan terakhir The Doctor – Julukan Rossi – selalu finis di depan Marquez, meskipun defisit poin yang dikepras jumlahnya tak signifikan. Dengan misi untuk memperpendek jarak poin dalam lima seri terakhir harus ada pembalap lain yang bisa finis di antara Rossi dan Marquez.

Melihat begitu dinamisnya balapan musim ini ada banyak rider yang punya potensi untuk ikut memengaruhi hasil akhir lomba. Sementara pergantian ban dari Bridgenstone ke Michelin turut membuat situasi di setiap balapan tidak menentu. Pembalap jadi gampang membuat kesalahan. Setiap rider, dari tim satelit sekalipun, bisa naik podium di saat kondisi kering. Apalagi jika hujan turun.

Beberapa pembalap yang punya potensi untuk akan datang ke Aragon dengan ambisi sama, menang. Akhir pekan ini juara GP Austria Andrea Iannone diprediksi akan kembali membalap setelah pulih dari cedera. Pembalap Italia itu absen di Misano karena mengalami kecelakaan di sesi latihan pertama.

”Aku berharap berada dalam kondisi bagus dan menjaga rasa sakit (di tulang belakang) di bawah kontrol. Karena aku rasa trek ini akan bagus untuk kami mengingat tahun lalu kami membalap dengan bagus di Aragon,” yakin Iannone dilansir GPUpdate.

Dua trek lurus panjang ditambah beberapa tikungan cepat bakal menjadikan sirkuit ini ajang adu power mesin. Aragon adalah salah satu trek dengan putaran berbalik dengan arah jarum jam. Dari 16 tikungan hanya empat di antaranya yang akan dilibas dengan kecepatan sangat rendah dengan gigi satu atau dua. Misalnya tikungan 1, 5, 9, dan 14. Sedangkan setelah keluar dari tikungan 15 trek lurus panjang dilanjutkan melewati hairpin (T16) dalam kecepatan tinggi dan kembali ke trek lurus hingga garis start-finis.

Meski menguntungkan Honda dan Ducati, Yamaha tetap punya peluang besar menang di Aragon. Power Yamaha di trek lurus juga terbukti mumpuni musim ini. Bahkan dua tahun terakhir Jorge Lorenzo adalah juara di Aragon. Juara bertahan MotoGP itu kini tertinggal 18 poin dari Rossi dalam perebutan posisi kedua klasemen.

Kemenangan terakhirnya terjadi di Mugello Mei lalu. Kembali ke balapan kandangnya Lorenzo kini menjadi pembalap yang lapar kemenangan.

”Trek ini tidak pernah cocok dengan motor kami. Tapi dalam beberapa tahun terakhir kami bisa menang beberapa kali,” paparnya.

Bagi bintang Suzuki Ecstar Maverick Vinales kemenangan di Silverstone telah mendongkrak kepercayaan dirinya. Kondisi cuaca atau suhu di trek yang tidak menentu kembalu membuka peluang untuk bertarung dengan rider-rider tim pabrikan utama lainnya.

”Beberapa balapan sebelum kami lebih khawatir dengan temperatur panas, tapi setelah di Misano kami lebih percaya diri karena kami juga mampu bersaing di temperatur tinggi,” jelasnya.

Vinales sempat mengeluhkan stabilitas bagian belakang GSX-RR tunggangannya khusunya ketika trek dalam kondisi panas. Ban yang mudah terkikis membuat motornya sering kehilangan grip pada ban belakang. Biasanya terjadi di akhir-akhir balapan. (JPG/OB)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here