Beranda Berita F1 GP Singapura Diprediksi Jadi Balapan Ketat

F1 GP Singapura Diprediksi Jadi Balapan Ketat

201

otobandung.com – Putaran Eropa sudah berakhir. Mulai akhir pekan ini, sirkus Formula 1 kembali bergeser ke Asia, lalu berlanjut ke benua Amerika. Sirkuit jalanan Marina Bay, Singapura, akan menjadi pembuka. Di sana, balapan dijanjikan berlangsung sangat menarik.

GP Singapura akhir pekan nanti menjadi ajang bagi tim-tim untuk bertarung secara agresif. Alokasi ban yang disediakan Pirelli mendukung pendekatan strategi tersebut.

Ban baru dengan kompon paling lunak ultrasoft menjadi pilihan yang paling difavoritkan tim peserta. Ada tiga jenis kompon ban yang dipilih untuk balapan mendatang. Ultrasoft yang bertanda ungu, kemudian supersoft yang berpelipit merah, dan soft (kuning) yang paling keras.

Ultrasoft adalah ban yang banyak dipilih untuk balapan di sirkuit jalanan Marina Bay. Jenis ban paling lunak tersebut melakoni debutnya di GP Monaco, Mei lalu.

Akhir pekan ini, ban yang punya karakter sangat cepat menjadi pilihan utama mayoritas tim di grid. Yang paling agresif adalah Ferrari dan Haas. Seluruh pembalapnya, plus Marcus Ericsson dari Sauber, menyetok 9 set ban ultrasoft dari 13 set yang diperbolehkan sepanjang akhir pekan ini.

Tiga tim tersebut punya mesin yang sama, yakni Ferrari. Rival Ferrari, Mercedes, menyimpan tujuh set ban ultrasoft. Perbedaan antara Nico Rosberg dan Lewis Hamilton tercatat saat memilih ban yang lebih keras. Rosberg menumpuk empat set ban soft dan dua set ban supersoft. Hamilton memilih masing-masing tiga set ban supersoft dan soft.

Pendekatan agresif Ferrari tersebut tentu memiliki alasan kuat. Apalagi, tahun lalu skuad kuda jingkrak sukses mencuri kemenangan di Singapura. Sebastian Vettel menang dengan sangat dominan. Memimpin mulai pole position hingga finis.

Itulah kemenangan terakhir Ferrari dan belum terulang hingga saat ini. Dengan pendekatan agresif itu, Ferrari berharap bisa meraih kemenangan pertamanya tahun ini. Apalagi tahun lalu duo Mercedes gagal finis.

”Tekanan itu pasti ada. Tapi, itu semua adalah tantangan yang memang harus kami hadapi,” kata Sebastian Vettel menjawab kritik keras Presiden Ferrari Sergio Marchionne karena timnya gagal meraih target yang dipancang pada awal musim.

Menurut dia, jika dibandingkan dengan sirkuit jalanan lain di Monaco, Ferrari memang dalam posisi yang tidak diunggulkan. Berbeda dengan Singapura. Selain menang tahun lalu, Vettel merupakan pembalap paling sukses di sirkuit jalanan tersebut dengan empat kali kemenangan.

Namun, bos Mercedes Toto Wolff menyatakan, timnya sudah mempelajari kekalahan itu selama 12 bulan terakhir. Tentu masalah sudah ditemukan dan solusi telah dirumuskan.

”Tapi, itu semua baru dalan tataran teori. Semua dampaknya akan diketahui tepat atau tidaknya ketika semua sudah di sirkuit,” ucapnya.

Direktur Motorsport Pirelli Paul Hembery mengaku sangat antusias menyambut GP Singapura. Dia menjamin bahwa balapan akan berlangsung dengan sangat seru.

”Singapura mungkin saja sirkuit paling spektakuler yang kami kunjungi sepanjang musim ini. Dan tahun ini kami bisa membuatnya makin spesial karena ban ultrasoft, ”katanya.

”Dalam kacamata kompetisi, saya kira Singapura akan menjadi salah satu balapan paling ketat sepanjang musim ini. Jadi, manajemen ban akan membawa perubahan besar,” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here