Prediksi Carlo Pernat Jelang Balapan Seri 13 MotoGP San Marino

Prediksi Carlo Pernat Jelang Balapan Seri 13 MotoGP San Marino

248
BERBAGI

otobandung.com – Valentino Rossi akan berlomba untuk meraih kemenangan, Marc Marquez tidak akan puas. Setelah rekor 7 pemenang berbeda dalam 7 seri terakhir, kans munculnya pemenang ke-8 berbeda tetap ada.


Ya, itulah sekelumit cuplikan dari analisis pengamat senior MotoGP, Carlo Pernat, soal prediksi bagaimana jalannya balapan Seri 13 Kejuaraan Dunia Balap GP Motor, GP San Marino, di Sirkuit Misano, Minggu (11/9) malam WIB.

Berikut kami sarikan hasil analisis dari manajer pembalap MotoGP dari tim Ducati Corse, Andrea Iannone tersebut seperti ditulisnya dalam blog di situs GPOne.

Ini adalah kejuaraan dunia yang menakjubkan, apa yang kita lihat: Selama 7 GP terakhir ada 7 pembalap pemenang berbeda dalam semusim. Sebuah catatan yang datang kembali pada GP 500cc musim 1999/2000 ketika Alex Criville, Regis Laconi, Tadayuki ‘Taddy’ Okada, Max Biaggi, Norifumi ‘Norick’ Abe, Kenny Roberts Jr dan Garry McCoy menorehkan rekor itu.

Namun, ketujuh pembalap melakukannya dalam sambungan antara dua musim berbeda, tidak dalam semusim seperti sekarang.

Yakni dimulai dari Criville (menang di GP Imola, 5 September 1999), disusul berturut-turut oleh Regis Laconi di GP Valencia (19/9/1999), Taddy Okada di GP Australia (3/10/1999), Max Biaggi di GP Afrika Selatan (10/10/1999), Norick Abe di GP Rio de Janeiro (24/10/1999), Kenny Roberts Jr di GP Argentina (31/10/1999) dan Garry McCoy di GP Afrika Selatan (19/3/2000).

Hal ini menunjukkan bahwa dua perubahan penting pada GP Motor 2016, yakni pada ban (produsen ban resmi baru dalam diri Michelin) dan perangkat elektronik (ECU) standar untuk seluruh motor peserta. Telah membuat persaingan menjadi lebih seimbang.

Kehadiran Michelin untuk menggantikan Bridgestone, membuat hampir semua pembalap harus beradaptasi dengan mengubah gaya balap mereka. Sedang ECU baru sebagai standar yang dipakai seluruh tim, membuat semua pabrikan telah hampir mengubah sepenuhnya bagian elektronik motor mereka.

Mungkin dua perubahan ini dilakukan selama musim yang sama, malah justru telah menciptakan lebih banyak masalah di luar perkiraaan. Lalu banyak juga yang jatuh ke aspal, khususnya dari para pembalap papan atas, dan itu tidak terjadi secara kebetulan.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Komentar