Beranda Sport Prediksi Carlo Pernat Jelang Balapan Seri 13 MotoGP San Marino

Prediksi Carlo Pernat Jelang Balapan Seri 13 MotoGP San Marino

387

otobandung.com – Valentino Rossi akan berlomba untuk meraih kemenangan, Marc Marquez tidak akan puas. Setelah rekor 7 pemenang berbeda dalam 7 seri terakhir, kans munculnya pemenang ke-8 berbeda tetap ada.


Ya, itulah sekelumit cuplikan dari analisis pengamat senior MotoGP, Carlo Pernat, soal prediksi bagaimana jalannya balapan Seri 13 Kejuaraan Dunia Balap GP Motor, GP San Marino, di Sirkuit Misano, Minggu (11/9) malam WIB.

Berikut kami sarikan hasil analisis dari manajer pembalap MotoGP dari tim Ducati Corse, Andrea Iannone tersebut seperti ditulisnya dalam blog di situs GPOne.

Ini adalah kejuaraan dunia yang menakjubkan, apa yang kita lihat: Selama 7 GP terakhir ada 7 pembalap pemenang berbeda dalam semusim. Sebuah catatan yang datang kembali pada GP 500cc musim 1999/2000 ketika Alex Criville, Regis Laconi, Tadayuki ‘Taddy’ Okada, Max Biaggi, Norifumi ‘Norick’ Abe, Kenny Roberts Jr dan Garry McCoy menorehkan rekor itu.

Namun, ketujuh pembalap melakukannya dalam sambungan antara dua musim berbeda, tidak dalam semusim seperti sekarang.

Yakni dimulai dari Criville (menang di GP Imola, 5 September 1999), disusul berturut-turut oleh Regis Laconi di GP Valencia (19/9/1999), Taddy Okada di GP Australia (3/10/1999), Max Biaggi di GP Afrika Selatan (10/10/1999), Norick Abe di GP Rio de Janeiro (24/10/1999), Kenny Roberts Jr di GP Argentina (31/10/1999) dan Garry McCoy di GP Afrika Selatan (19/3/2000).

Hal ini menunjukkan bahwa dua perubahan penting pada GP Motor 2016, yakni pada ban (produsen ban resmi baru dalam diri Michelin) dan perangkat elektronik (ECU) standar untuk seluruh motor peserta. Telah membuat persaingan menjadi lebih seimbang.

Kehadiran Michelin untuk menggantikan Bridgestone, membuat hampir semua pembalap harus beradaptasi dengan mengubah gaya balap mereka. Sedang ECU baru sebagai standar yang dipakai seluruh tim, membuat semua pabrikan telah hampir mengubah sepenuhnya bagian elektronik motor mereka.

Mungkin dua perubahan ini dilakukan selama musim yang sama, malah justru telah menciptakan lebih banyak masalah di luar perkiraaan. Lalu banyak juga yang jatuh ke aspal, khususnya dari para pembalap papan atas, dan itu tidak terjadi secara kebetulan.

Namun, kejuaraan spektakuler ini sekarang hanya tinggal berdua untuk duel Marc Marquez dan Valentino Rossi. Yang meskipun ada perbedaan 50 poin di papan klasemen, tidak membuat kans The Doctor tertutup begitu saja.

Musuh terbesar dan paling menakutkan dari The Spaniard adalah caranya berkompetisi akhir-akhir ini. Marc berusaha membuktikan diri dengan berjuang ekstra di GP Inggris. Dan sudah dia mulai sejak sesi latihan bebas, meski pada akhirnya dia sempat mencium aspal. Pun saat lomba dan bersaing dengan rivalnya (Rossi) kala melebar lintasan dua kali.

Kali ini, risiko yang dia lakukan di GP Inggris membuatnya harus membayar gagal finis di podium dan keunggulannya dari rival bebuyutannya (Rossi) terpangkas tiga angka.

Tentunya jelang Seri 13 MotoGP San Marino akhir pekan ini, keunggulan 50 poin dari enam balapan tersisa terbilang cukup banyak. Tapi hasil balapan nol poin di setiap seri akan selalu menghantui masing-masing kandidat juara dunia.

Bisa jadi, Marc akan meremehkan Rossi dan terus memupuk optimisme. Padahal dari enam seri terakhir, karakteristiknya seperti ditengok dari fakta sejarah akan lebih cocok dengan motor Yamaha.Itu artinya Marc mesti benar-benar waspada dengan bahaya laten Rossi dan Yamaha.

Meski begitu jangan lupakan juga Jorge Lorenzo. Walau dia tidak punya alasan lagi jeblok di balapan basah, karena lomba GP Inggris berlangsung di atas lintasan kering, dan dia hanya finis ke-8 tertinggal hampir 20 detik dari pembalap pemenang.

Lantas bagaimana jalannya balapan dan hasil lomba kelas bergengsi akhir pekan ini di Misano? Hai Marquez, Anda telah datang dan tiba di tanah Valentino. Dan yakinlah bahwa dia (Rossi) akan melakukan apa saja untuk membawa pulang kemenangan (podium juara).

Tapi baik Rossi dan Marquez hingga Lorenzo mungkin bisa berpikir. Dengan mengambil risiko lebih tinggi untuk meraih kemenangan di Misano, mereka akan mendapat hasil lebih baik dari pesaing di pacuan juara dunia.

Tentu mereka juga sambil melayangkan harapan, agar kemenangan di Misano akan menjadi titik balik dari posisi dan kans di klasemen kejuaraan dunia. Selamat berjuang!

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here