AHM Gelar Adu Skill Berkendara Big Bike Antar Instruktur Safety Riding

AHM Gelar Adu Skill Berkendara Big Bike Antar Instruktur Safety Riding

210
BERBAGI
Safety Riding
AHM Gelar Adu Skill Berkendara Big Bike antar Instruktur Safety Riding

otobandung.com – Ajang kompetisi antar instruktur safety riding Honda kini semakin sempurna. Untuk menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen di setiap lini bisnis, PT Astra Honda Motor (AHM) menyiapkan kategori baru dalam Astra Honda Safety Riding Instructors Competition (AHSRIC) 2016 yaitu Instruktur Big Bike dan Community Advisor Wanita.

Sebagai salah satu bentuk komitmennya di bidang keselamatan berkendara, AHM secara rutin menggelar AHSRIC. Program ini dilakukan untuk memilih instruktur terbaik sekaligus menguji keterampilan berkendara mereka yang nanti akan menjadi agen keselamatan berkendara yang melatih konsumen Honda di setiap jaringan bisnis AHM di Tanah Air.

Tahun ini, untuk memilih instruktur terbaik, proses seleksi kompetisi yang bertemakan “Satu Hati Selamat di Jalan” ini dilakukan secara berjenjang mulai di tingkat regional dengan total peserta 3.030 orang. Sejak Februari 2016, tersaring 125 peserta untuk bertanding pada puncak acara AHSRIC 2016 di Stadion Olahraga Temenggung Abdul Jamal, Batam pada 16-18 Mei 2016. Mereka terdiri dari 45 instruktur pria, 13 instruktur wanita, 10 dealer advisor, 48 community advisor pria dan 9 community advisor wanita.

Sejalan dengan masuknya AHM ke bisnis big bike, dibukalah kategori baru untuk mengalibrasi skill berkendara para instruktur Honda, agar dapat lebih maksimal melatih berkendara secara aman dan benar di jalan raya untuk para pengguna big bike Honda.
GM Marketing Planning & Analysis Division AHM Agustinus Indraputra mengatakan penambahan kategori baru pada AHSRIC 2016 ini merupakan salah satu bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan edukasi dan menemani konsumen di berbagai lapisan masyarakat dalam berkendara.

“Seperti jenis motor yang lain, skill berkendara instruktur untuk big bike Honda juga perlu terus dikalibrasi apalagi karakter motornya memang berbeda dan butuh keterampilan khusus. Sementara peserta wanita dari komunitas pecinta sepeda motor diharapkan dapat memberikan pendekatan yang lebih efektif dalam memberikan edukasi safety riding khususnya untuk kaum hawa,” ujar Agustinus.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Komentar