Beranda Mobil Perkuat Pangsa Pasar, HPM Rilis 4 Produk Terbaru

Perkuat Pangsa Pasar, HPM Rilis 4 Produk Terbaru

268
All New Honda Civic Turbo
All New Honda Civic Turbo

otobandung.com – Berbagai upaya untuk menjaga sekaligus meningkatkan kinerja penjualan, terus dilakukan para pelaku usaha dan industri. Strategi itu pun diusung PT Honda Prospect Motor (HPM), Agen Tunggal Merek (APM) Honda mobil.

Tahun ini, PT HPM merilis 4 produk terkininya, All New Honda Civic Turbo, All New Honda Accord, New Honda Brio RS, dan New Honda Brio Satya. ’’Kami harap, hadirnya varian-varian terbaru itu dapat memerkuat pangsa pasar,” tandas Operation Manager PT Honda Bandung Center Junianto Naibaho, saat peluncuran All New Honda Civic Turbo, All New Honda Accord, New Honda Brio RS, dan New Honda Brio Satya, di Trans Studio Mall, kemarin.

Secara keseluruhan, di wilayah Jabar dan Banten, pihaknya mampu merebut posisi kedua pangsa pasar mobil, sekitar 20 persen.

Disinggung proyeksi penjualan, Junianto mengemukakan, untuk All New Honda Civic, selama 2016, pihaknya menargetkan sebanyak 170 unit dapat keluar. Tahun lalu, penjualan Civic, yang sejak 1976, penjualannya di Indonesia sebesar 120 ribu unit. Sedangkan All New Honda Accord, proyeksinya 70 unit. Tahun sebelumnya, pihaknya menjual 60 unit Honda Accord, yang sejak 1978 di tanah air terjual sekitar 80 ribu unit.

Beberapa waktu lalu, Bank Indonesia menerbitkan putusan berkaitan dengan suku bunga acuan alias BI Rate. Posisi terakhir, BI Rate berada pada level 6,75 persen.

Menanggapi hal itu, Iwan Tjandradinata, Direktur Operasional  PT Honda Bandung Center, main dealer PT Honda Prospect Motor area Jabar-Banten, menyatakan, putusan BI menurunkan suku bunga acuan merupakan hal positif. Iwan memandang hal itu dapat menggerakkan ekonomi, termasuk sektor otomotif. ’’Harapan kami seperti itu,’’ tandas Iwan.

Akan tetapi, hingga kini, turunnya BI Rate belum diikuti oleh kondisi yang sama pada sektor pembiayaan (leasing). ’’Sampai sekarang, leasing belum menurunkan suku bunga. Harapan kami, ketika BI Rate turun, suku bunga pembiayaan pun sama. Jika suku bunga leasing turun, tentunya, industri otomotif dapat lebih bergairah lagi,” ucap Iwan. (vil)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here