Beranda Mobil Isi Kesepakatan Damai Ford Motor Indonesia

Isi Kesepakatan Damai Ford Motor Indonesia

380

David Tobing kini bisa merasa lega, sebab, Ford Motor Indonesia (FMI) menyatakan tidak akan menghentikan operasinya sebelum menunjuk pihak pengganti penerus FMI yang akan bertanggung jawab atas operasional purna jual untuk melayani konsumen.

Komitmen FMI ini didapatkan melalui proses mediasi perkara yang melibatkan David sebagai penggugat dan FMI sebagai tergugat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Mediasi yang dipimpin hakim mediator, Iswanto Widodo digelar dua kali pada 17 Maret 2016 dan 4 April 2016, turut dihadiri kuasa hukum Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan, menghasilkan kesepakatan perdamaian antara penggugat David Tobing dan FMI sebagai tergugat.

Berikut tiga hal yang jadi isi perjanjian perdamaian itu:

1. FMI berjanji tidak akan menutup, melakukan pembubaran, atau mengakhiri operasinya di Indonesia atau melikuidasi atau mengalami likuidasi atas status badan hukum FMI sebelum menunjuk pihak ketiga yang kredibel untuk melaksanakan kewajiban pelayanan purna jual kendaraan Ford di Indonesia, meliputi servis garansi, layanan perawatan dan pemeliharaan, dan ketersediaan suku cadang kepada pelanggan di Indonesia.

2. FMI akan menunjuk pihak ketiga selambat-lambatnya pada 31 Maret 2017 dan sebelum penunjukkan tersebut dilakukan, FMI akan tetap memenuhi segala kewajiban pelayanan purna jual, meliputi garansi, layanan perawatan dan pemeliharaan, dan ketersediaan suku cadang, melalui jaringan dealer yang ada atau melalui pengaturan alternatif yang layak.

3. FMI menyatakan, pihak ketiga yang nantinya ditunjuk akan melanjutkan kewajiban dan tanggungjawab FMI terkait pelayanan purna jual meliputi servis garansi, layanan perawatan dan  pemeliharaan, dan ketersediaan suku cadang kepada pelanggan Ford di Indonesia.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here