My Ride is My Pride

My Ride is My Pride

275
BERBAGI
motor
FOTO: DIKA/ZETIZEN TEAM - ILUSTRASI: RAMA/ZETIZEN TEAM

otobandung.com – BAGI cowok, tunggangan kesayangan tentu akan dirawat sepenuh hati. Bukan cuma itu, beberapa sampai memodifikasi kuda besinya demi meningkatkan kepercayaan diri. Salah satu yang melakukannya adalah Muhammad Fahmi yang memodifikasi motor kesayangannya, Honda CB400 VTEC Revolution keluaran 2008. Base motor yang classic street fighter dirombak menjadi cafe racer di tangan Zetizen asal Surabaya itu.
Cafe racer identik dengan lampu belakang dan single seat-nya. Untuk mendapatkan keduanya, Fahmi harus sedikit merombak kerangka asli motornya. Salah satunya memotong kerangka bagian belakang. Eits, nggak sekadar memotong, Fahmi juga tetap memperhatikan proporsi motor. ’’Kalau nggak pas, nanti gampang oleng,’’ ujarnya.
Untuk bagian lekuk tubuh, Fahmi memilih material pelat besi yang berfungsi melapisi bagian tangki hingga hornet bagian belakang. Semuanya dia custom sesuai dengan keinginan. Biar CB400 terlihat makin garang, Fahmi memilih pattern karbon. Ditambah dengan jok yang dilapisi kulit, motor Fahmi pun tampak makin classy.
Selain lekuk tubuh, bagian kaki-kaki nggak luput dari modifikasi. Sebab, dengan kapasitas mesin 400 cc, perfomanya tentu akan sangat liar. Karena itu, untuk mengimbangi mesin 4-cylinder tersebut, Fahmi tetap memasang double disc brake pada ban depan yang di-upgrade dengan Nisin Double dan Tokico di bagian belakangnya.
Fahmi juga meng-upgrade bagian velg belakang yang semula berukuran 4,5 inci menjadi 5,5 inci. Pada bagian shockbreaker, Showa dipilih karena memiliki daya redam kejut yang tinggi. Apalagi, aspal Surabaya nggak selalu rata.
Well, untuk segi komando motor, cowok yang tergabung dalam klub motor Kober Brothers itu mencomot satu set upside-down dari Yamaha R6. Selain ukurannya besar, sistem suspensi di upside-down R6 dikenal dengan kelembutannya saat menapak jalan yang tidak mulus. Alhasil, meski jalan bergelombang, bagian setir motornya nggak bakal ikut goyang.
Semua modifikasi itu membuat Fahmi harus merogoh kocek hingga Rp 45 juta! Tapi, harga nggak terlalu dipikirkan dia. Sebab, memodifikasi motor bukan cuma demi penampilan, tapi juga harus memperhatikan kenyamanan berkendara. ’’Motor itu dasarnya untuk dikendarai. Jadi, meski dimodifikasi, motor juga harus bisa dikendarai dengan nyaman,’’ tutur Fahmi. (afr/c14/rat)

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Komentar