Beranda Sport Akankah Perubahan Regulasi Bisa Pengaruhi Tabel Papan Atas MotoGP 2016?

Akankah Perubahan Regulasi Bisa Pengaruhi Tabel Papan Atas MotoGP 2016?

624
MotoGP ™

Musim balap MotoGP 2016 tinggal hitungan hari lagi, banyak pihak memprediksikan bahwa musim balap kelas raja tahun ini akan jauh lebih menarik. Faktor adanya perubahan regulasi baru juga menjadi salah satu alasan MotoGP 2016 akan lebih kompetitif dibanding musim-musim sebelumnya.

Bagaimana pengenalan para rider dan tim terhadap perangkat lunak baru, dan bagaimana ban Michelin dapat dikendalikan juga menjadi manfaat besar dalam memetakan persaingan tahun ini.

Matthew Birt, dengan 21 tahun pengalaman di MotoGP, dan tahu luar dalam kejuaraan, seperti dilaporkan motogp.com, Birt berbagi pandangannya bagaimana persaingan di MotoGP musim 2016 khususnya untuk tim Suzuki dan tim satelit.

Pada balapan MotoGP 2008, tepatnya 17 Agustus 2008 di Sirkuit Brno, dan Valentino Rossi yang merayakan kemenangan, dua puluh satu detik di belakang Rossi di tempat ketiga diraih sesama pembalap Italia Loris Capirossi yang membalap untuk pabrikan Suzuki. Hampir delapan tahun kemudian, Suzuki masih menunggu untuk kembali ke podium. Secara pribadi, saya tidak berpikir mereka harus menunggu lebih lama lagi. GSX-RR baru telah terlihat sebagai senjata nyata saat pengujian pramusim.

Suzuki telah menemukan kecepatan yang sangat penting dengan kedatangan seamless shift gearbox yang lama tertunda, hal itu telah secara drastis mampu mengurangi kesenjangan kinerja dengan pabrikan lain seperti Honda, Yamaha dan Ducati. Keuntungan dalam performa mesin tidak terganggu, Suzuki banyak dipuji karena handling yang gesit dan chassis stabil.

Dan software Dorna untuk perangkat lunak terpadu berperan penting untuk menjaga biaya dan pengembangan agar tetap di bawah kontrol sekaligus menciptakan persaingan yang meningkat dan balapan menjadi lebih kompetitif.

Sekarang Suzuki tampaknya telah siap untuk menangkap peluang yang tidak dimiliki pada musim lalu karena tidak memiliki sumber daya keuangan atau tenaga kerja untuk serius menantang Honda dan Yamaha. Pada masa lalu, Suzuki telah memiliki pengendara berbakat tapi tidak didukung dengan mesin yang cukup baik. Kemudian mereka memiliki motor yang kompetitif dan rider yang mempunyai cukup skill cukup untuk bersaing dipapan atas. Sekarang tampaknya mereka memiliki paket keduanya.

Maverick Vinales adalah bakat yang super dan saya bertaruh pada dia untuk mengakhiri podium. Dia sudah di bagian atas daftar transfer setiap pabrikan untuk musim 2017 dan saya pikir dia siap untuk mengambil langkah untuk menantang Rossi, Marquez, Pedrosa dan Lorenzo. Jika Vinales ada pada Honda atau Yamaha tahun ini saya pikir dia akan berjuang untuk gelar. Itu kedengarannya gila ketika dia bahkan belum sampai di podium, tapi saya benar-benar berpikir dia sangat baik.

Kita kembali ke 15 Oktober 2006. Jika Anda dan kebanyakan orang menyebutkan bahwa Grand Prix Portugal di Estoril yang berlangsung pada hari itu, maka ingatan langsung mereka cenderung pada insiden tabrakan kontroversial antara duo Repsol Honda Dani Pedrosa dan Nicky Hayden.

Perlombaan yang sebenarnya dimenangkan oleh Toni Elias untuk Gresini Honda setelah finish didepan Rossi.
Sejak hari itu satu dekade lalu, tidak ada lagi pembalap lain di tim satelit yang mampu memenangkan pertempuran kelas utama. Bahkan, akhir-akhir ini sepertinya MotoGP telah didominasi pabrikan besar dengan fakta hanya ada sembilan pembalap yang telah memenangkan di MotoGP sejak tahun 2006.

Rossi, Casey Stoner, Chris Vermeulen, Loris Capirossi, Dani Pedrosa, Jorge Lorenzo, Andrea Dovizioso, Ben Spies dan Marc Marquez mereka adalah pembalap dalam kelompok elit MotoGP.
Cal Crutchlow secara brilian nyaris mengalahkan Marc Marquez di Sachsenring pada 2013 dan itu adalah salah satu yang segera muncul dalam pikiran.

Saya pikir musim ini kan jauh lebih kompetitif, pengenalan pada perangkat lunak menjadi faktor peningkatan kinerja mesin, dan bisa saja rider tim satelit seperti Scott Redding, Bradley Smith, Crutchlow atau Pol Espargaro menciptakan kejutan dengan berada dipodium.

Saya sepenuh hati setuju dengan Smith, yang percaya jika itu terjadi maka akan ada di awal musim. Tim pabrikan memiliki bagian pengembangan yang siap untuk menguji setelah putaran empat di Jerez. Dan setelah titik itu kesenjangan cenderung melebar antara tim pabrikan dan mesin satelit.

Tim pabrikan masih memiliki anggaran yang jauh lebih unggul dan sumber daya manusia yang lebih besar untuk tetap di atas. Dan yang paling penting mereka memiliki pembalap berbakat.

Aku selalu mencintai penilaian jujur Crutchlow ketika di tim satelit Yamaha, ketika itu ia mengatakan bahwa hasil tidak akan berubah jika ia mengendarai motor milik Lorenzo, dan Lorenzo masih akan tetap memenangkan balapan jika ia naik YZR-M1 nya Crutchlow. Berkendara dekat dengan Lorenzo, Rossi, Marquez dan Rossi masih bisa dilakukan, tetapi untuk mengalahkan mereka adalah proposisi yang sama sekali berbeda.

Meskipun saya seorang yang tua dan romantis, namun pertunjukan tempat kedua seperti yang Scott Redding lakukan di tes Qatar baru-baru ini membuat saya optimis bahwa revolusi teknis baru mungkin menawarkan secercah harapan untuk mereka yang mencari cara untuk meniru Elias.

Jika menang untuk pembalap satelit tidak mungkin tercapai pada tahun 2016, saya akan tetap puas selama terjadi beberapa hasil mengejutkan dan podium untuk pembalap seperti Redding, Crutchlow dan Smith. (sumber MotoGP ™)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here