Beranda Berita Ford Gathering 2016 – “We Are Fine”

Ford Gathering 2016 – “We Are Fine”

565
Ford-Gathering-2016
Ketum Ford Car Community Forescom, FFCI, INFINITY, Escaperz, Fevci, FCI Partisipan Nusantara (Kiri) dan KAK (Kanan)

otobandung.com – Menyusul penutupan Ford Motor Indonesia (FMI) sejumlah komunitas Ford adakan gathering di Serpong, Banten, Minggu. Mereka merapatkan barisan ingin menegaskan bahwa komunitas tidak tergantung kepada FMI.

Ford-Gathering-2016
Ketum Ford Car Community
Forescom, FFCI, INFINITY, Escaperz, Fevci, FCI
Partisipan Nusantara (Kiri) dan KAK (Kanan)

Ketua Indonesian Ford Fiesta Community (Komunitas Ford Fiesta Indonesia) Michael Chris menegaskan “Hubungan kami dengan FMI adalah kemitraan, duduk sama rendah berdiri sama tinggi.Dari awal kami mendirikan Infinity, kami bentuk sendiri. Kami bukan binaan mereka (FMI). ”

Selama ini semua kegiatan komunitasnya diadakan dan dibiayai sendiri. Kalaupun ada bantuan FMI, harus melalui pengajuan. “Bukan inisiatif mereka,” ujar Michael.

Oleh karena itu, hengkangnya FMI tidak terlalu mempengaruhi komunitas yang berdiri sejak 18 Desember 2010. Malah dalam tiga pekan, menurut Michael, Infinity bertambah anggotanya 50 orang dan kini total sudah beranggotakan sekitar 700 orang.

Hal Serupa Ford Everest Club Indonesia yang baru berdiri pada 30 Maret 2015. Ada tidaknya FMI bagi mereka tidak ada pengaruhnya.

Awalnya kami korban bengkel, kecewa dengan pelayanan satu bengkel, kemudian sekitar 20 orang sepakat untuk membuat komunitas. Karna relatif baru, kami belum sempat menjalin kerja sama apa pun dengan FMI.” kata ketua komunitas Muhammad Amrullah Prakoso, yang akrab disapa Rully itu.

Rully mengakui penutupan FMI semula membuat anggota komunitas panik dan bingung, terutama mengenai suku cadang dan jaminan purnajual. “Tetapi setelah ada back up dari Ford Nusantara, kekhawatiran itu hilang,” katanya.

Rully mengatakan anggotanya yang sebelum FMI tutup berjumlah 80, meningkat menjadi 120 setelah FMI ditutup.

Berbeda dengan Ford Ecosport Community (Komunitas Ford Ecosport/Forescom) keberadaan FMI cukup penting untuk mendukung kegiatan-kegiatan mereka. Meski demikian tutupnya FMI bukan berarti membuat mereka kehilangan sponsor.

“Keberadaan FMI penting, mau enggak mau sekarang harus mengubah strategi. Tadinya tergantung pada FMI, sekarang berubah. Sekarang kami lari ke dealer untuk mendapatkan sponsorship,” ujar Humas Forescom Danny Koesuma.

“Ketika FMI ditutup, Anggota Forescom bertambah 150 orang dalam waktu kurang dari satu bulan,” lanjutnya.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here