Beranda Ragam Ban Michelin Untuk MotoGP Tidak Bulat Sempurna

Ban Michelin Untuk MotoGP Tidak Bulat Sempurna

722

otobandung.com – Produsen ban yang bermarkas di Clermont-Ferrand, Auvergne Perancis “Michelin”, nampaknya masih harus berusaha ekstra keras untuk dapat menyenangkan semua orang.

Michelin yang menggantikan posisi Bridgestone untuk menjadi pemasok ban tunggal di MotoGP 2016, terus mendapat keluhan dari para rider MotoGP, terutama pada performa ban depan Michelin. Faktanya selama sesi tes pramusim di Phillip Island sebelas rider sempat terjatuh.

“Jika Anda mendorong dengan cara tertentu, ini akan mwngakibatkan Anda terjatuh”, hal ini diungkapkan oleh rider pabrikan Ducati Andrea Dovizioso.

Pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi, juga  mengatakan bahwa Bridgestone  mempunyai 99 ban yang sama dari 100 ban yang di produksi, dan menilai Michelin belum mencapai presentase yang sama dengan Bridgestone.

Michelin Racing Chief, Nicolas Goubert, dalam keterangannya saat diwawancarai oleh speedweek.com menjelaskan bahwa beberapa driver mengeluh tentang ketidakseimbangan dalam ban, dan beberapa ban yang tidak bulat sempurna.

“Ada tiga atau empat pembalap yang mengeluh. Hal ini juga tergantung pada sepeda motor dan gaya balap para rider, ada juga yang tidak sangat sensitif. Pada beberapa motor Anda dapat merasa lebih baik” ujarnya menanggapi keluhan para rider.

Mengenai apa yang dikeluhkan Rossi, Goubert menjawab, “Aku tidak tahu persis apa yang dimaksud tingkat kesalahan pada 100 ban yang dikeluhkan Rossi. Mungkin itu tentang ban yang tidak bulat sempurna dan tidak seimbang, dalam hal ini kita harus terus meningkatkan, itu pasti”.

“Tetapi ban tidak akan pernah menjadi sempurna karena tidak satu produksi dengan pembuatan pelek. Ban akan selalu berbeda, tidak peduli seberapa akurat mereka diproduksi. Tapi kita harus mencapai ketahap dimana para rider tidak lagi merasakan perbedaannya” lanjutnya.

“Secara umum, kami memproduksi produk berkualitas tinggi. Kami juga ingin mencapai ketingkatan yang pembalap harapkan. Sayangnya, ketika tes Phillip Island itu tidak terjadi. Tapi saya yakin bahwa kita bisa melakukan itu di masa depan”.

“Kami akan bekerja pada sistem yang sama seperti Bridgestone. Kami berkonsentrasi pada ban khusus untuk trek yang membutuhkannya seperti Phillip Island, tetapi ban ini nantinya juga harus dapat digunakan di tempat yang lain” pungkasnya.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here