Beranda Berita Mengenal 4 Aliran Modifikasi Bergaya Retro

Mengenal 4 Aliran Modifikasi Bergaya Retro

2151
Retro-Stye-bike
foto: kompas.com
(searah jarum jam dari kiri atas), Bobber, Scrambler, Flat Tracker, dan Cafe Racer

otobandung.com – Seringkali kita mendengar modifikasi sepeda motor dengan aliran scrambler, flat tracker, bobber, atau paling sering cafe racer. Keempatnya bisa dikatakan mewakili aliran retro yang kini lagi naik daun di kalangan modifikator.

Jangan bingung membedakannya, karena Nicko Eigert, pemilik dan pendiri Smoked Garage Custom, Bali, berbicara dalam unggahan video di Youtube, menjelaskan secara sederhana, perbedaan scrambler, flat tracker, bobber, hingga cafe racer.

Modified-Triumph-Bonneville-Scrambler-Rajputana-Custom-MotorcyclesDimulai dari scrambler. Model ini semakin ngetop saat Ducati kembali memopulerkan model yang juga diberi nama Scrambler. Menurut Nicko, pada dasarnya scrambler adalah sepeda motor yang bisa dipakai on-road dan off-road.

”Ada orang yang ingin menggunakan sepeda motor berbasis trail, tapi tetap bisa dipakai di jalan raya. Ini disebut scrambler, bisa digunakan di mana saja sebanyak mungkin yang Anda mau,” kata Nicko.

Lalu, dia melanjutkan, ada juga anak muda yang ingin sepeda motor dengan penampilan seolah-olah cepat, dan memang sepeda motornya tergolong cepat. Jenis ini murni lahir untuk jalanan, dengan tongkrongan yang rendah, gesit, dan bisa melahap tikungan dengan cepat.

19bbb_01Bobber? Kata Nicko jenis ini lebih pendek. ”Nyantai, kalem, tidak banyak menimbulkan suara. Posisi motornya cruiser mode, ban tebal-tebal, enak dipakai perjalanan jarak jauh,” ucap Nicko yang sukses di usia 26 tahun itu.

 

img_docs_chops_yamaha_viragoCaferacer mengadopsi bentuk motor balap tempo dulu dengan ciri khas terletak di bagian stang jepit, tangki yang di buat lebih ramping dan memanjang, jok yang dibuat low dan bagian belakang melengkung mirip seperti ekor tawon.

 

RSD-KTM-690-Tracker-1Satu lagi yang juga menjadi bagian dari aliran retro, yakni flat tracker. Model ini punya tongkrongan yang tinggi, juga disebut sepeda motor yang serba bisa. ”Anda bisa menaikkan ke trotoar, turun lagi. Lebih cekatan karena setangnya pendek,” kata Nicko.

Tentu, ini hanyalah penjelasan simpel. Jika dijabarkan lagi, semakin banyak detail dari setiap model. Namun Nicko menegaskan bahwa pemakaian model-model ini berawal dari keinginan dan karakter pribadi yang diarahkan ke berbagai model tersebut.

sumber : kompas.com

Lihat Juga:

10 Gaya Modifikasi Motor

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here