Beranda Berita Thailand Pasok Suku Cadang Ford

Thailand Pasok Suku Cadang Ford

405
Dealer Ford
Foto: Ilustrasi.
Dealer Ford

otobandung– Kementerian Perindustrian menuturkan, pemilik mobil Ford tidak perlu khawatir akan kesulitan suku cadang setelah tutupnya agen pemegang merek (APM) PT Ford Motor Indonesia (FMI). Pasalnya, suku cadang dan unit kendaraan Ford masih bisa diperoleh dari pabrik di Thailand.

”Sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan. Dengan berlakunya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), Ford bisa dengan mudah memasok barangnya ke Indonesia. Bisa masuk tanpa hambatan apa pun ke negara lain. Otomatis, Ford sekarang berkonsentrasi membesarkan pabriknya di Thailand,” jelas Menteri Perindustrian Saleh Husin kemarin.

Saleh menambahkan, keputusan Ford mundur dari Indonesia disebabkan lemahnya strategi pemasaran dan manajemen sehingga tidak mampu bersaing dengan industri otomotif lainnya. Misalnya, mereka tidak mau membangun pabrik di Indonesia dan harga jual unit serta suku cadangnya cenderung lebih mahal. ”Memang karena tidak mampu bersaing,” tegasnya.

Selama ini Ford hanya mendatangkan produk dan suku cadangnya dari impor karena tidak memiliki pabrik atau basis produksi di Indonesia. Dengan demikian, penghentian pengoperasian itu tidak berdampak besar bagi industri otomotif di dalam negeri. ”Yang pasti, industri otomotif kita masih tetap banyak pemainnya,” kata dia.

Di sisi lain, Saleh melihat MEA bisa membawa kemajuan bagi industri otomotif nasional. Pasalnya, sebagian prinsipal otomotif dunia sudah menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk kawasan Asia Tenggara. ”Sudah banyak produk otomotif kita yang diekspor. Ini saatnya memacu ekspor ke pasar Asia Tenggara,” tambahnya.

Saleh mengungkapkan, banyak prinsipal otomotif dunia yang memilih Indonesia sebagai basis produksi. ”Sebagai contoh Mitsubishi yang sedang membangun pabriknya dengan investasi Rp 6 triliun, kemudian Isuzu dengan Rp 3,5 triliun. Saya kira Indonesia masih sangat menarik dan atraktif bagi prinsipal otomotif dunia,” tuturnya.

Bahkan, produsen otomotif asal Tiongkok SAIC-GM-Wuling (SGMW) pun telah memulai pembangunan pabriknya di Indonesia. Hal itu menandakan, selain didominasi Jepang, produsen otomotif asal negara lain pun melihat Indonesia sebagai negara yang memiliki daya tarik tinggi. ”Pasar kita terbesar di ASEAN,” sebutnya.

Hal itulah yang membuat Wuling tertarik untuk masuk Indonesia. Perusahaan joint venture tersebut menargetkan pabrik di Indonesia mulai beroperasi pada 2017. ”Wuling investasi USD 750 juta atau setara Rp 10 triliun-Rp 11 triliun. Ini bukti bahwa industri otomotif di Indonesia menarik,” jelasnya. (wir/c9/tia/rie)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here