Beranda Sport Rossi Mengaku Mengalami Kekecewaan Yang Sangat Besar Setelah GP Valencia

Rossi Mengaku Mengalami Kekecewaan Yang Sangat Besar Setelah GP Valencia

873

otobandung – Valentino Rossi mengatakan butuh waktu dua minggu di rumah untuk pulih dari kekecewaan setelah kehilangan peluang untuk memenangi kejuaraan MotoGP 2015 di Valencia, namun reli Monza pada akhir November lalu membantunya move on dan mulai memikirkan masa depan.

Di GP Valencia sekaligus menjadi seri terakhir yang menentukan, akhirnya Jorge Lorenzo memenangkan gelar dengan selisih lima poin lebih banyak setelah insiden di Sepang antara Rossi dan Marc Marquez yang mengakibatkan Rossi mendapat hukuman memulai start dari posisi paling belakang di balapan terakhir musim lalu.

Di mata Rossi, balapan di Valencia dimenangkan dalam keadaan kontroversial, ia menuding bahwa Marquez telah membantu Lorenzo untuk meraih gelar kelas utama ketiga kalinya.

“Pada awalnya periode pertama setelah balapan di Valencia adalah hal yang paling sulit, Dua minggu pertama kembali ke rumah adalah saat yang paling sulit. Kekecewaan itu sangat besar. Tapi [aku] tidak ada yang istimewa. Aku tinggal di rumah dan santai sembari menunggu perasaan itu pergi. Reli Monza sangat membantu, aku bersiap untuk balapan lain dan itulah yang aku butuhkan, berkendara dan menikmati. Akhirnya, akhir pekan yang mengecewakan selesai dan aku mulai berpikir tentang masa depan,” kata Rossi menjawab pertanyaan dari media berbahasa Inggris pada saat peluncuran tim Movistar Yamaha di Barcelona.

Dalam presentasi utama, Rossi berbicara tentang perlunya untuk memberikan upaya besar untuk tetap pada tingkat yang sama seperti dua tahun terakhir, tetapi kemudian ia juga mengungkapkan bahwa selain fine-tuning di beberapa rincian, persiapannya untuk tes mendatang di Sepang lebih menekankan kebugaran fisik di Gym, seperti cardio karena cuaca akan menjadi sangat panas di Malaysia dan juga berlatih di Ranch pribadinya di Italia.

“Terlepas dari latihan normal, kita akan mencoba menggunakan sepeda motor, untuk melakukan beberapa hal yang berbeda, meningkatkan kontrol pada motor, mengontrol slide. Sepertinya kami harus selalu mencoba untuk meningkatkan detail kecil. Gaya berkendara dengan Michelin akan sangat berbeda. Ini akan sangat sulit untuk membuat sesuatu yang khusus untuk itu. Latihan terbaik adalah menggunakan M1 dengan ban Michelin karena sangat sulit untuk menciptakan kondisi yang sama dengan motor yang berbeda.” beber pembalap berusia 37 tahun ini.

Melihat persaingan di musim balap 2016, di mana semua pengendara akan beralih ke ban Michelin dan spec Magneti Marelli software elektronik, Rossi merasa bahwa pesaing utamanya akan sama. Namun, menurut dia, pengendara dan produsen lainnya – seperti Suzuki – bisa lebih mendekati.

“Pertama-tama saya ingin mengatakan bahwa pengendara yang paling sulit untuk dikalahkan adalah Lorenzo, Marquez dan Pedrosa. Tapi saya berpikir bahwa dengan semua hal yang baru, rider tim satelit dan pabrikan lain, seperti Suzuki atau tim yang lebih kecil lainnya, punya kans yang sama untuk bisa lebih dekat. Mungkin pertarungan tidak hanya kami berempat, tapi akan ada lebih banyak pembalap.” tutupnya seperti dikutip dari Crash.net.

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here