Tips dan Teknik berkendara saat hujan

Tips dan Teknik berkendara saat hujan

555
BERBAGI
Halo Jang! Hujan mulai mengguyur secara intensif di sebagian besar wilayah di Indonesia, tentunya berkendara disaat hujan membutuhkan konsentrasi ekstra, selain jarak pandang yang terbatas dan berpotensi mengalami banyak kejadian yang mengejutkan dan kadang tak terduga, kelalaian dalam mengemudi atau pengambilan keputusan/reaksi yang kurang tepat terhadap potensi-potensi kejutan yang terjadi tentunya dapat berakibat sangat fatal.  Berikut beberapa Tips dan Teknik berkendara pada saat hujan :

Perhatikan kondisi dan tekanan udara ban. Periksa kondisi dan tekanan udara ban kendaraan secara rutin dan pastikan alur dan kembangan ban masih cukup tebal. Tekanan udara ban yang ideal dan alur ban yang masih baik akan menghindari resiko tergelincir (slip) dan terjadinya Aquaplaning ( Kondisi ban tidak lagi mengalami kontak dengan permukaan jalan /melayang pada permukaan air) pada saat melintasi jalanan yang basah.

Mengendalikan mobil saat Tergelincir (slip). Tergelincir bisa terjadi pada semua pengemudi dan apabila anda mengalaminya, ingatlah untuk tidak menginjak rem mendadak. menginjak rem berulang-ulang bila mobil anda dilengkapi anti-lock braking system (ABS), anda bisa menginjak rem dengan hati-hati dan tekanan yang tepat agar stir dan rem dapat menyesuaikan dengan keadaan saat tergelincir.

Menghadapi Aquaplaning. Saat melewati genangan air, daya cengkeram ban terhadap aspal menjadi berkurang, tekanan air dapat mengakibatkan mobil anda meluncur dan mengambang karena adanya air di antara jalan dan ban, biasanya hal ini terjadi saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi. Jika ini terjadi jangan panik, hindari menekan pedal rem secara spontan dan kurangi kecepatan secara bertahap, setir lurus hingga anda merasakan roda mobil menyentuh jalan dan mendapatkan traksi kembali/berada dalam posisi normal. Bila perlu menginjak rem, lakukan perlahan dengan gerakan memompa.

Periksa Kondisi Rem. Periksa dan pastikan bahwa sistem pengereman berfungsi dengan optimal. Komponen yang satu ini sangat vital karena dalam kondisi hujan rem yang berfungsi dengan baik akan mengurangi resiko dalam menghadapi segala kemungkinan saat jarak pandang terbatas akibat hujan deras.

Pastikan Wiper berfungsi dengan baik. Wiper juga menjadi komponen vital saat berkendara di waktu hujan,perhatikan kualitas karet wiper jika karet wiper rapuh atau rusak akan mengurangi kemampuan membilas dan air hujan tentunya mengganggu pandangan pengemudi saat hujan deras berlangsung. Hujan yang lebat akan membebani wiper, sehingga kaca depan selalu tertutup air. Saat pandangan menjadi terbatas dan anda tidak dapat melihat bahu jalan atau kendaraan lain dengan jarak yang aman, maka penting bagi anda untuk menepi dan menunggu hujan reda. Berhentilah pada tempat yang aman dan tepat. Bila harus berhenti di bahu jalan, gunakanlah lampu hazard agar mobil Anda mudah terlihat kendaraan lain.

Kurangi Kecepatan. Dalam kondisi jalan yang basah kinerja dan daya cengkram ban menjadi tidak optimal sehingga bisa mengakibatkan tergelincir/slip. Hindarilah kecepatan tinggi atau ngebut, karena pada saat hujan turun, air akan bercampur dengan kotoran dan minyak yang membuat permukaan jalan menjadi licin dan membuat mobil anda mudah tergelincir.  Paculah kendaraan anda dengan kecepatan yang stabil, sesuai kondisi jalan dengan jarak yang aman. Hal ini akan mempermudah ban anda menyesuaikan dengan perubahan cuaca, sehingga memiliki daya cengekeram lebih baik.

Hindari Rem Mendadak. Sangat dianjurkan untuk menginjak rem secara perlahan-lahan. Jika anda menginjak rem hingga batas maksimal, ada kemungkinan mobil akan selip. Perhatikan juga jarak pengereman karena saat hujan  mobil membutuhkan jarak lebih panjang untuk diperlambat lajunya. Pengereman pada umumnya butuh jarak dua detik dengan kendaraan di depan, coba kalikan dua jadi empat detik guna memperpanjang jarak rem. Manfaatkanlah rem ABS jika harus melakukan pengereman darurat, kebanyakan pengemudi masih enggan menekan pedal rem keras-keras karena takut tergelincir. Hal tersebut tidak berlaku jika mobil memiliki teknologi ABS karena ban tetap memiliki traksi optimal jika pedal rem ditekan keras-keras. Saat mengemudi melewati genangan air yang cukup dalam, sistem rem kendaraan anda akan basah. Keringkan rem dengan menginjaknya secara perlahan.

Nyalakan Lampu Utama. Saat hujan deras nyalakan lampu utama atau lampu kecil, hal ini membantu anda melihat jalan, dan lebih penting lagi, membantu meningkatkan kewaspadaan kendaraan di sekitar kita  untuk melihat anda. Akan tetapi, jangan menghidupkan lampu jauh ke arah hujan deras atau kabut hal itu akan lebih mengacaukan pandangan anda, karena cahaya lampu akan dipantulkan kembali ke anda oleh curahan air hujan. Jika mobil Anda dilengkapi lampu kabut, ini akan sangat membantu karena akan menambah cahaya ke jalan dan mobil Anda akan terlihat. Jangan menggunakan lampu Hazard! Lampu hazard yang berkedap-kedip hanya akan mengganggu pandangan pengemudi lain, cahaya lampu rem dan lampu sein juga menjadi berkurang karena efek lampu ini, sehingga mengurangi kewaspadaan pengemudi yang ada di belakang dan resiko tertabrak dari belakang jadi meningkat.

Jaga Jarak Aman. Di jalan yang basah akibat hujan dibutuhkan jarak pengereman tiga kali lebih panjang daripada di jalan yang kering. Oleh karena itu jangan berkendara terlalu dekat dengan kendaraan lain, jarak aman umumnya adalah 3 detik dengan kendaraan didepan, namun saat hujan usahakan untuk menambah jarak menjadi 4 – 5 detik  atau sekurang-kurangnya pertahankan jarak dua kali panjang mobil di antara anda dan mobil di depan guna memperpanjang jarak pengereman dan menambah kesempatan untuk menghindar saat darurat.

Suhu AC. Periksa dan pastikan kondisi suhu AC mobil anda berfungsi optimal, karena saat hujan deras akan cepat menyebabkan kaca mobil berembun. Suhu AC yang tidak optimal tidak mampu menghilangkan/mencegah kaca berembun sehingga jarak pandang menjadi terganggu. Sesuaikan AC pada suhu 23-250C, hidupkan tombol defrost depan dan belakang sambil AC tetap hidup.

Hujan pertama membuat jalan sangat licin. Bila hujan baru saja turun, biasanya jalan menjadi sangat sulit dikuasai, penyebabnya karena lumpur dan minyak di jalan yang kering bercampur dengan air dan membentuk lapisan yang sangat licin. Kontrol atas mobil akan berkurang, oleh sebab itu pengemudi harus berhati-hati selama setengah jam pertama setelah hujan mulai turun.

Hindari genangan air. Kebanyakan jalan agak memuncak ke tengah, yang berarti air akan otomatis mengalir ke pinggir jalan. Jika memungkinkan sebaiknya tetap posisikan mobil Anda di tengah mengikuti mobil di depan Anda (dalam jarak aman) yang akan membuat jalur bagi Anda melalui genangan air. Jika Anda melihat genangan air yang luas di depan dan tidak dapat memperkirakan kedalamannya atau genangan tersebut sudah menutupi trotoar sebaiknya Anda memutar atau mencari rute lain. Percikan air ke mesin Anda dapat mempengaruhi sistem elektronik internal. Selain itu, sebuah lubang besar bisa saja ada di dalam genangan tersebut, yang dapat merusak ban atau suspensi Anda. Jangan mencoba untuk menyeberangi arus banjir. Anda dapat bermasalah bila berat mobil Anda lebih kecil dari daya arus air yang mengalir. All-wheel drive juga tidak membantu bila mobil Anda terdorong ke samping. Setelah menyeberangi genangan air, tekan sedikit pedal rem Anda untuk mengeringkan air dari rotor Anda.

Penting!

Mengemudi saat hujan memerlukan persiapan khusus dan perlakuan yang hati-hati terhadap alat-alat penting dalam kendaraan. Lakukan pengecekan rutin pada fungsi lampu besar, lampu samping, lampu rem dan sistim indicator bekerja dengan baik. Saat anda memulai perjalanan dalam kondisi hujan pastikan alas sepatu dalam kondisi kering,  sebab dalam keadaan basah dapat menyebabkan pedal (gas, rem, kopling) menjadi licin dan berbahaya, seperti slip saat diinjak. Bila Anda harus berhenti carilah tempat yang aman dan tepat, jangan berhenti di bawah pohon, papan reklame atau tower, karena dengan intensitas air hujan yang deras di sertai angin kencang berpotensi tumbang/patah dan menimpa mobil Anda. Perhatikan pula para pengguna jalan yang lain seperti pengendara motor dan pejalan kaki, karena suara hujan akan mengacaukan indera mereka sehingga tidak mendengar bunyi mobil dan menjadi tidak waspada. Semoga bermanfaat.

TIDAK ADA KOMENTAR

Tinggalkan Komentar